RSS
Sampingan
12 Sep

Cerpen

Fantasy

Aphelion

wpid-images34Warna samudra telah menghiasi langit, bersahabat dengan hangatnya mentari. Tak jauh disebrang sana, terlihat sosok yang hangat. Berdiri di depan pintu memandang jendela luar, menunggu bel berdering.  Dengan senyum yang menghiasi wajahnya, menunjukkan lubang manis di pipinya. Tak kenal siapa dia dan darimana dia berasal? Yang aku tahu hanya jarak ku dengannya, mungkinkah aku bisa dekat dengannya? Tak lama lagi dia pergi, mungkin pergi jauh dari tempat ini dan memulai kehidupan yang baru. Menghirup suasana baru, berpetualang menjelajahi dunia.

Seketika itu ditengah kesibukanku, aku teringat sosok itu lagi. Sesosok yang menghantuiku, selalu terngiang dipikiranku. Siapa dia? Pertanyaan itu selalu muncul di benakku. Apa hubungannya denganku? Apakah aku harus mencari tau tentangnya? Haruskah aku lakukan itu? Mencari sosok yang tak kukenal dan membiarkannya terus mengahantuiku. “Pluk”. Sesuatu telah menimpaku. Sakit? Itu pasti, tak kusangka penghapus papan itu melayang menimpaku. Ingin rasanya ku balut wajahku dengan kain hitam yang tak terlihat hingga berlapis lapis. Semua mata tertuju padaku, seperti ayam dikandang macan. Karna dia, berbagai moment telah terjadi, akhirnya kubertemu dengannya, ku kejar langkahnya perlahan, mengikuti arahnya, meskipun ku tak tau kemana dia akan pergi? “Kringg kringg” dering telpon ku berbunyi. Shit! Kemana dia pergi? Haruskah aku menunggunya lagi?

***
Tak kusangka, dia muncul dihadapanku. Datang sebagai kakak pembibingku. Kali ini dewi fortuna berpihak padaku. Sikapnya yang dingin semakin membuatku penasaran, ingin ku kejar sampai belahan utara, mengelilingi luasnya dunia. Ada yang tersembunyi dibalik sifatnya, terkadang dia peduli namun sering kali mengacuhkan dunia. Aku tak tau mengapa aku merasa dekat dengannya, sedekat nadi. Ya, seperti itulah yang kurasakan. Terkadang datang membuat tertawa dan datang membuat amarah. Walaupun kau datang dan pergi sesuka hatimu. Mengapa kau selalu membuat hariku bahagia? Siapakah sebenarnya dirimu? Apa maumu? Apa aku harus terjun ke dalam jurang tuk mengenalmu lebih jauh?

Bersama, bercanda, bahkan tindakan konyolpun sudah biasa. Bersama dengannya membuatku semakin mengenalinya. Seperti sosok yang terikat denganku sejak lama, seperti sesosok yang selalu melindungiku. Selalu berada di setiap waktuku. Apakah kau pernah menjadi pangeran di masa laluku? Ahh sudahlah! mengapa kau selalu membingungkanku? Aku benar-benar haus akan jawabanmu. Hanya bisa menunggu bintang jatuh dihadapanku dan menunjukkan segala tentangmu. Sempatku berfikir kau seperti lyra (sebutan semacam harpa kecil), seperti melodi yang menghiburku dikala suka maupun duka.
***

Entah bagaimana kisah yang kan kutulis, menjadi rangkaian galeri yang indah. Menyimpan banyak kisah. Waktu selalu berputar tetapi segalanya semakin aneh, kenapa kau semakin menjauh? Menjauh memisahkan jarak, walaupun terkadang jarak membuat kita semakin dekat. Ya, sebuah jarak yang tak dapat kutebak seperti menebak waktu ajal kan datang. Menunggu dirimu bersama angin,merasakan sentuhan panasnya sang mentari. Entah berapa lama lagi ku terdiam sendiri, memandang awan yang berlarian. Berdiam di bawah pohon yang rindah, melihat kelarasan sang aves bersama kicauannya. Menunggu dan tetap menunggu. Mencari tau tentang keberadaanmu. Ku merasa kuingat sesuatu tentangmu, sesuatu yang terjalin antara kita. Tapi aku tak mengerti apa semua itu?

Tak kusangka kabar buruk menimpaku, mungkinkah dewi fortuna tidak berpihak padaku? Ataukah  Sentaurus yang hilang dari peradaban??? Semuanya telah berkata kalau kau telah tiada, Kudatangi kediamanmu. Sesosok wanita datang seketika padaku, dengan membawa sebuah kotak. Dia memeluk erat tubuhku, dan menangis dihadapanku. Kubuka kotak itu. Semua kenangan tersimpan didalamnya, kenangan yang dia tulis bersamaku. Dia lah kerabat masa kecilku. Dan wanita itu, wanita yang selalu mengajarkanku, seperti ibuku, layaknya sebuah keluarga. Mengapa Supernova baru tiba dihadapanku? Bintang telah datang menjawab segalanya.

Sudah cukup lama waktu berbicara, kenapa baru sekarang? Kemana saja diriku? Baru ku ingat sekarang, sesosok yang menghilang dariku seperti 5 tahun yang lalu. Kau pangeran masa laluku, sahabat pena ku. Bukankah kau tau rasanya seperti orbit yang hidup tanpa planet.  Seperti sang Taurus tanpa bintang Hyades (bintang berbentuk “V” dalam rasi Taurus).  Lalu sekarang dimanakah dirimu? Kenapa kau menghilang lagi? Bukankah kau sering berkata “Apa aku seperti pangeran mimpimu? Serasa 10 tahun bersama”. Sudah lama kau tak menampakan batang hidungmu. Aku merindukanmu.

Kali ini benar-benar pergi, tuk kehidupan yang abadi. Tak sepatah katapun kau ucapkan padaku. Terimakasih karna menjadi bagian diriku, menjadi bagian dari hidupku. Akan kutulis dalam benakku, menjadi sebuah “Aphelion”. Mungkin kata itulah yang tepat, karna Supernova telah menunjukkan sebuah takdir yang tak bisa dilawan. “Aphelion”, sesuatu yang bisa mencapainya meskipun benar-benar jauh dihadapannya. Meskipun jauh, tapi terasa dekat, ya itulah “Aphelion”.

By : Aldila

Cerpen

 

Cerpen

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 12 September 2016 in Cerpen

 

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: