RSS

Cerpen

20 Apr

Kalau ada waktu luang, bolehlah digunakan sebagai aktivitas yang positif. Kali ini lagi mencoba bikin karangan nih sama temen. Hihihi ūüėÄ Mungkin nggak sebagus karangan karangan yang lain juga sih, tapi ya apa salahnya mencoba. Wkwk ūüėÄ Inspirasinya dari sesorang yang selalu diam dan menyendiri. Kalau ada temen yang kayak gini harus diperhatiin sobat, jangan sampai dicuekin ya. Ya terkadang kita sudah mencoba tapi tetep aja sikap nya kayak gitu. Tapi tetep ya ada rasa sosial nya loh, Hmm langsung aja deh, cekidot ūüėõ

so-alone-63398

Membisu dengan Dunia

Bersama, bercanda, tertawa  adalah hal yang yang tak dapat dibeli oleh siapapun. Hanya orang tertentu yang dapat merasakan dan mengalaminya. Tak dapat dibayangkan bagaimana perasaan mereka yang tak dapat menyesapi semua itu ? Berdiri sendiri . Menggumam tak ada yang menyadari. Menangis dengan  kesendirian sepi. Dimanakah letak kebahagiaan dan kenyamanann yang harusnya kita dapatkan  didunia  ini. Mengubur diri dengan berbagai  kesibukan tuk menutupi peranga sepi. Memilukkan, menyesakkan  atau kasihan ? Hanya kita yang dapat menentukan. Dimanakah sebenarnya kita berada ? Dimanakah bagian itu ? Haruskah kau tahu? Hanya bisa bertanya tanya tak dapat mengerti pemikiran mereka.

Kebohongan  akan tercipta. Kebusukan yang merajalela. Kecemasan akan terus  melanda. Ketenangan akan terhapus seketika. Kebahagiaan akan musnah.  Lalu bagaimana akhir dalam hidup mereka ? Haruskah mereka  terus  begini sepanjang jalan hidup nya. Terisolasi dengan keadaan dan pengaruh yang ada. Terhanyut dengan segala yang ada. Tersesat  dalam  kebimbangan. Tenggelam dalam kesepian, penuh dengan rasa gundah gulana. Apakah mereka harus terhanyut dalam kehidupan ? Apa hanya mengikuti arus perjalanan ? Tak selamanya kehidupan berakhir dengan indah . Seperti halnya mimpi, tak selamanya mimpi  indah. Karena sesuatu yang indah itu tak ada yang abadi. Merenggut direnggut itu sudah hal biasa. Tinggal bagaimana kita untuk melampauinya. Tinggal bagaimana kita untuk menggapainya. Menggapai impian yang sempurna. Walaupun kesempurnaan membutuhkan perjuangan, perjuangan yang tak henti hentinya kau terima. Mimpi tak akan terwujud jika terdiam. Terdiam diri meratapi kehidupan . Hanya menatap perjalanan sejarahwan. Membisu  dalam diam. Buta dalam kegelapan. Tuli dalam menghadapi omongan. Tuk sementara mendekap tersembunyi secara mendalam. Menghapus kerinduan dalam jurang kehidupaan.  Menyamar adenoid demi sebuah kesempatan. Menghalalkan segala cara tuk menggapai keikhlasan. Meredam kebisingan  dengan berbagai kicauan. *Cit cit cit cit cuittt burung bernyanyi  tok tok tandanya ada tamu.

Semakin mendekat semakin  merapat semakinsempit  tuk melawan suratan. Semakin laratuk  memulainya. Tak terpikirmengakhirinya, menghapus tinta yang terukir di karangannya. Kini kita hanya bisa tuk berusaha. Tak kan membiarkan karangan mejadi angan yang berterbangan. Karena terdiam bukan berarti membisu. Apakah kau akan tetap terdiam dengan segalanya ? Apakah kau akan  menjalani hidupmu seperti ini ? Hanya Tuhan dan dirimu lah yang tau. Kita hanya bisa memandang mereka, tak bisa terhanyut dalam arus samudra. Rubahlah segalanya, hanya dirimu lah yang bisa melakukan itu. Pintupun  telah terbuka untukmu, diatelah menunggumu. Dunia membutuhkanmu. Apalagi yang kau tunggu ? Apakah kau akan tetap menunggu ? Menunggu angan mejadi kalbu ? Menunggu pangeran menemuimu? Sampai kapan kau terbangun dalam tidurmu ? Sudah tidak ada lagi waktu tuk menunggu.

By : Syntya & Aldila

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 20 April 2015 in Cerpen

 

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: